Slide 1

Berita Ditjen Cipta Karya > Kementerian PUPR Berpatisipasi Dalam Peringatan Seabad ITB


Selasa, 14 Januari 2020, Dilihat 371 kali

Peringatan satu abad ITB dan konferensi internasional ke-3 yang mengangkat tema manajemen bencana sekaligus penyelenggaraan konferensi ketahanan bangunan ke-9 digelar selama 3 hari, yakni (13-16/01/2020) di Nusa Dua, Bali.
 

Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga mewakili Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam sambutannya mengungkapkan bahwa konferensi ketahanan bangunan tersebut merupakan salah satu wadah untuk mengeksplorasi ketahanan bangunan sebagai kerangka analisis yang berguna untuk masyarakat dan kota dapat mengatasi ancaman bahaya alam dan manusia. 

“Infrastruktur yang tangguh adalah sistem infrastruktur yang saling berhubungan dengan sistem sosial untuk menyerap gangguan dan tetap mempertahankan fungsi dasar dan kapasitas struktural,” ujar Danis. 

Kondisi Indonesia yang rawan bencana bukan hanya bisa dilihat sebagai ancaman, tetapi juga sebagai peluang untuk berkembang teknologi dalam infrastruktur. Teknologi yang dimiliki telah dikembangkan oleh Kementerian PUPR dalam berurusan dengan ancaman bencana dan perubahan iklim adalah RISHA dan Green Kebijakan Infrastruktur, misalnya kebijakan Green Building.

“Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian PUPR pasca bencana gempa lombok adalah dengan bangunan RISHA dan 21.000 bangunan Hunian Tetap (Huntap) pasca bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah,” jelas Danis.

Kondisi itu memaksa kita untuk mempertimbangkan bahaya memitigasi dan mengantisipasi bencana. Karena jika dilakukan dengan tidak mempertimbangkan bahaya, maka ketika bencana datang hal tersebut akan menyebabkan kerugian besar serta untuk membangun kembali dan memulihkannya akan menghabiskan bencana biaya besar dan banyak energi. Karena itu, Kementerian PUPR merancang kota untuk menggunakan infrastruktur hijau.

Dalam acara tersebut, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya juga membuka booth informasi mengenai pembangunan infrastruktur pasca gempa dan penanganan tanggap darurat. (dewi)



‚Äč