Slide 1

Berita Ditjen Cipta Karya > Pelatihan Fasilitator Pamsimas Bengkulu


Jumat, 19 Juni 2020, Dilihat 167 kali

Pandemi COVID-9 sedikit banyak telah mengubah tata cara pelaksanaan kegiatan dan mobilitas dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan program Pamsimas, namun pelaksanaan program harus tetap berjalan karena pelaksanaan program di bidang penyediaan air minum dan sanitasi ini merupakan salah satu cara dalam mencegah penyebaran pandemi tersebut.
 

Adanya perubahan tersebut juga mengubah petunjuk teknis dalam pelaksanaan program Pamsimas. Salah satunya adalah kegiatan Pelatihan Fasilitator Pamsimas III yang dilaksanakan secara online oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bengkulu, Kamis (18/06/2020). 

Kepala BPPW Bengkulu Daniel Kuddi Sangle mengungkapkan, bahwa adanya perubahan pelaksanaan program Pamsimas di tengah masa pandemi ini sehingga perlu dilakukan pelatihan kepada para fasilitator (FM) agar pada FM dapat menjaga diri dan menghindar dari penyebaran COVID-19. 

“FM adalah ujung tombak dari keberhasilan program pemberdayaan masyarakat, sehingga diharapkan kepada seluruh FM dapat memahami seluruh materi tentang pelaksanaan program terutama pelaksanaan di masa pandemi ini. Sehingga pelaksanaan program Pamsimas dapat berjalan dengan baik sesuai dengan rencana yang telah ditentukan,” harap Daniel. 

Sementara, Direktur Air Minum Yudha Mediawan melalui hubungan teleconference mengungkapkan, bahwa program Pamsimas III ini ditargetkan untuk menunjang pengembangan permukiman yang berkelanjutan dan lebih 15 ribu desa baru serta mengelola keberlanjutan dari pelayanan air minum dan sanitasi yang sudah ada. 

“Sampai saat ini program Pamsimas III telah menjangkau lebih dari 19 juta penduduk di Indonesia dengan layanan air minum dan sanitasi yang layak dan tersebar di 29.000 desa sasaran di 33 provinsi di Indonesia. Hal tersebut tidak terlepas dari peran aktif dari bapak dan ibu fasilitator PAamsimas III,” ungkap Yudha. 

Untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, pelaksanaan pelatihan fasilitator Pamsimas III yang berjumlah 91 orang, dibagi ke dalam 2 kelompok sehingga dapat tetap menerapkan physical distancing bagi peserta. (publikasibengkulu/ari)



‚Äč