Slide 1

Berita Inspektorat Jenderal > Penutupan Workshop Unit Kepatuhan Intern & Manajemen Risiko


Kamis, 30 Juli 2020, Dilihat 287 kali

Jakarta – Auditorium Kementerian PUPR, Rabu (29/7), resmi berakhir workshop Unit Kepatuhan Intern (UKI) & Manajemen Risiko (MR). Kegiatan yang terselenggara atas inisiasi BPSDM dan Pusdiklatwas BPKP berlangsung selama dua minggu. Sebagaimana diketahui, workshop ini diikuti oleh para Pimpinan Pratama, Kasubdit, Kabag, dan Sub Koordinator di seluruh Unit Organisasi Kementerian PUPR. Dalam kesempatan ini, turut hadir Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Pusdiklatwas BPKP Sally Salamah, para Direktur Jenderal, Inspektur Jenderal, Sekretaris Jenderal dan para Kepala Badan.

Dalam arahan singkatnya, Menteri PUPR berpesan untuk menurunkan risiko ke level terendah dan bukan hanya normatif saja melainkan harus mengupayakan usaha-usaha lain atau ganti channel. Basuki juga mengajak agar kita (Kementerian PUPR) menaruh prioritas pada pembuatan Peraturan Menteri dan SOP secara cepat dan jelas. Ketika SOP sudah jelas, maka pelayanan kepada masyarakat akan pasti dan sebisa mungkin dalam SOP yang akan dibuat harus memotong proses birokrasi yang dirasa tidak perlu, sehingga proses tersebut cepat. Basuki juga meminta agar semua pihak segera membangun tata kelola manajemen risiko.

Ketika risiko sudah dipetakan dengan jelas, maka akan ada prioritas risiko, hal ini terkait mana yang akan didahulukan (fraud, business, kepatuhan intern dan etika). Basuki juga berkata bahwa saat ini, banyak pengaduan yang masuk ke Kementerian PUPR sehingga rencana kerja harus jelas. Guna merealisasikan hal-hal tersebut perlu juga dibentuk tim asistensi untuk mengawal/memonitoring.

Sebelum menutup workshop UKI dan MR, Basuki berpesan “dengan adanya Unit Kepatuhan Intern ini, Irjen merasa terbantu dan khususnya saya, harapan saya sangat tinggi terhadap UKI, sehingga kita bisa merasakan betul keberadan UKI untuk tata kelola Kementerian PUPR kedepannya, lebih baik, lebih amanah, lebih transparan dan lebih dipercaya oleh masyarakat”, tutur Basuki.



‚Äč