Slide 1

Berita BPSDM > Penyelenggaraan Program Magister Super Spesialis untuk Meningkatkan Kualitas Pembangunan Infrastruktur


Kamis, 17 September 2020, Dilihat 88 kali

Yogyakarta,17 September 2020 - Presiden RI telah mencanangkan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) unggul adalah kebutuhan Indonesia di masa depan. Peningkatan kemampuan SDM menjadi salah satu agenda utama pemerintah karena SDM merupakan penggerak utama pembangunan di berbagai sektor, termasuk infrastruktur. Dengan pembangunan infrastruktur yang semakin meningkat, kebutuhan akan SDM dengan keahlian spesifik sesuai kebutuhan lapangan pun meningkat.

Pengelolaan yang terencana dan terarah untuk mewujudkan SDM profesional mutlak diperlukan. Hal ini, sejalan dengan PP Nomor 11 Tahun 2017, tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil yang menyatakan, bahwa untuk memenuhi upaya standar kompetensi jabatan dan pengembangan karir maka PNS mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam meningkatkan kompetensi. Kompetensi itu harus sesuai dengan tugas dan fungsi dimana yang bersangkutan ditempatkan. Salah satu bentuk peningkatan kompetensi adalah dengan program kerja sama pendidikan kedinasan.

Untuk menjawab kebutuhan akan SDM dengan keahlian spesifik bidang infrastruktur,BPSDM kementerian PUPR melalui Pusbangkom SDA dan Permukiman melaksanakan program kerja sama pendidikan kedinasan dengan Universitas Gajah Mada (UGM) dengan membuka program magister super spesialis. Jalinan kerja sama untuk 4 (empat) program studi, yaitu: Teknik Mitigasi Bencana Alam Likuifaksi, Tehnik Pengelolaan Mitigasi Bencana Rawa, Geologi Struktur Bawah Tanah (Terowongan) dan Rekayasa Eksplorasi dan Eksplotasi Air Tanah Dalam.

Penandatangan kerja sama telah secara resmi dilakukan oleh, Ruhban Ruzziyanto selaku Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi SDA dan Permukiman, BPSDM Kementerian PUPR dengan Ir. Muhammad Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D., Dekan Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM) pada hari ini, Kamis (17/9).

Menurut penuturan salah seorang karyasiswa, Hanifah Hilda Herdiana kepada Kompu.BPSDM, para karyasiswa sudah menjalani perkuliahan sejak Senin 14 September 2020. Mereka juga sudah diminta untuk mempersiapkan tema dan materi untuk penyusunan proposal thesis.

Lebih lanjut, Hanifan menceritakan, “Proses perkuliahan di UGM masih dilakukan dengan sistem Online dengan menggunakan aplikasi video meeting Cisco Webex UGM. Kegiatan perkuliahan secara Online ini masih akan dievaluasi keefektivannya pada pertengahan/akhir semester nanti. Belajar Online dilakukan, untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di area kampus.”

Hanifan adalah, penerima beasiswa Magister Super Spesialis dari BPSDM Kementerian PUPR yang mengambil Program Studi Magister Teknik Geologi peminatan Geologi Struktur Bawah Tanah (Terowongan). Program Studi Magister Teknik Geologi yang diambilnya merupakan Program Master by Research, yang mengharuskan karyasiswa untuk menyusun tugas akhir berdasarkan penelitian / magang pada proyek terowongan yang telah ditentukan. Perkuliahan harus diselesaikannya dalam waktu 18 bulan (3 semester).

Dari hasil riset yang dilakukan Hanifan, akan ditemukan pilihan metode konstruksi yang tepat pada pembangunan terowongan dan bisa mempercepat proses konstruksi. Nantinya,manfaat yang bisa diambil Kementerian PUPR dari temuan Hanifan adalah: pembangunan terowongan dapat lebih cepat diselesaikan dan hemat secara biaya.