Slide 1

Berita PUPR > PERUMAHAN NELAYAN KARANGSONG AKAN DIJADIKAN MODEL PERCONTOHA


Jumat, 17 September 2004, Dilihat 219 kali

PERUMAHAN NELAYAN KARANGSONG AKAN DIJADIKAN MODEL PERCONTOHAN

 

 

Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Soenarno menyatakan, perumahan bagi Nelayan di Karangsong, Kab.Indramayu Jawa Barat akan dijadikan percontohan untuk wilayah lain di Indonesia. Mengingat system pembangunannya baik pendanaan maupun bentuk kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat  penghuni berjalan dengan baik “ kata Soenarno, pada acara peresmian Perumahan Nelayan Karangsong  Kamis (16/9), yang didampingi Dirjen Sumber Daya Air Basuki Hadimuljono, Dirjen Perumahan dan Permukiman Sjarifuddin Akil.

 

Lebih lanjut kata Soenarno, akan dijadikannya  model perncontohan perumahan  nelayan tersebut karena selama ini soal  pembiayaan perumahan, dan pembebasan tanah sering menjadi kendala. Lain halnya di Kab.Indramayu antara pemerintah pusat dalam hal ini Dep.Kimpraswil dengan Pemda Indramayu saling bersinergi.” Pemerintah daerah menyiapkan lahannya sementara pemerintah pusat menyediakan dana untuk pembangunan fisiknya.” Ujar Soenarno.

 

Selesainya pembangunan permukiman tersebut kata Soenarno merupakan harapan seluruh warga masyarakat Indramayu dengan ditandai dengan pemberian nama “ Karangsong Harapan Indah “. Nama tersebut dipilih oleh masyarakat sendiri, sehingga kedepan diharapkan tingkat kehidupan masyarakat akan lebih menjadi indah.

 

Untuk itu menteri berpesan  agar sarana dan prasarana yang telah dibangun oleh pemerintah tersebut agar dijaga kelestariannya serta dapat diperindahdengan penanaman pohon disekeliling kompleks perumahan . Disamping itu, agar ada kepastian hukum dalam kepemilikan perumahan tersebut, menteri berharap pula agar segera diproses sertipikat hak milik.

 

Dalam kesempatan yang sama Direktur Wilayah Tengah Ditjen Perumahan dan Permukiman Endang Widayati Martono menyatakan, pembangunan perumahan di Karangsong tersebut saat ini telah selesai sebanyak 400 unit rumah dan telah dihuni sekitar 308 KK. Dari jumlah tersebut 223 KK berasal dari warga eks gusuran kali Adem Jakarta dan 77 KK warga lokal dari Kab.Indramayu. Menurutnya, tipe rumah yang dibangun yakni sejenis tipe 21/ 60 m.dan setiap warga dikenakan angsuran Rp. 300/hari selama 10 tahun.

 

Dari angsuran tersebut nantinya akan ditangani oleh Bank Perkriditan Daerah ( BPD) Kab.Indramayu, yang nantinya akan digunakan untukmembangun kembali rumah bagi Nelayan yang saat ini belum memperoleh rumah tersebut. Setidaknya ada sekitar ada sekitar 147 orang yang menggu antrian untuk memperoleh perumahan. Namun demikian apabila setiap warga mengangsur rata-rata Rp. 300/hari x 1 bulan maka akan terkumpul dana sekitar Rp. 27 juta, sehingga diharapkan setiap bulannya akan bisa membangun 2 unit  rumah.

 

Menurut Endang, pembangunan sarana dan prasarana perumahan dan permukiman tersebut menghabiskan dana sebesar Rp. 8 milyar baik bersumber dari pemerintah pusat dan daerah ( untuk biaya pembebasan tanah). Dari dana jumlah tersebut disamping untuk pembangunan perumahan juga digunakan untuk pembangunan fasos dan fasum seperti tempat ibadah, Puskesmas dan sekolahan SD.( jons/ipul)

 

Pusdatin

(17/9/2004)