Slide 1

Berita PUPR > RTRW SABU RAIJUA SEGERA RAMPUNG


Kamis, 30 Desember 2010, Dilihat 159 kali

RTRW SABU RAIJUA SEGERA RAMPUNG

 

Sebagai kabupaten yang baru berumur dua tahun sejak pemekaran dari Kabupaten Kupang, Sabu Raijua menunjukkan semangat tinggi untuk segera merampungkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)-nya. Hal ini terlihat dari progres penyusunan RTRW Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur  yang telah memasuki tahap pembahasan dengan forum Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN). Demikian diungkapkan Pejabat Bupati Sabu Raijua, Oktovianus Radja Pono dalam pembahasan RTRW Kabupaten Sabu Raijua dengan forum BKPRN di Jakarta (28/12).

 

Oktovianus menyampaikan terima kasihnya atas bantuan berupa Bimbingan Teknis Percepatan Penyelesaian RTRW yang diberikan Pemerintah pada tahun 2010. Mengingat masih banyak kabupaten lain yang usia pemekarannya lebih lama dari kabupaten Sabu Raijua materi RTRW-nya belum sampai dibahas dalam forum BKPRN.

 

Isu-isu strategis yang dihadapi kabupaten Sabu Raijua sebagai kabupaten pemekaran yang masih baru, antara lain masih terbatasnya dukungan infratruktur baik infrastruktur jalan, air minum, transportasi, energi dan telekomunikasi. Dengan cukup besarnya potensi komoditas laut maupun potensi bahan tambang minyak dan gas bumi di Blok Suwu, perlu direncanakan dengan baik dan segera dibangun infrastruktur pendukungnya.

 

Di Kabupaten Sabu Raijua juga terdapat salah satu pulau terdepan, yakni pulau Ndana yang berbatasan dengan Australia. Pengembangan pulau ini hendaknya dilakukan dengan pendekatan security and prosperity approach untuk mewujudkan tujuan penataan ruang kabupaten Sabu Raijua, tambahnya. “Pendekatan pengembangan wilayah pulau terdepan dengan security and prosperity approach akan menjamin pengembangan wilayah perbatasan yang lebih seimbang dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat tanpa mengesampingkan faktor keamanan nasional,” tegasnya.

 

Sementara itu, Direktur Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II Kementerian Pekerjaan Umum, Bahal Edison Naiborhu menambahkan, RTRW sebagai sebuah produk kesepakatan sudah semestinya dikawal oleh semua stakeholder yang telah menyepakatinya bersama. Hal ini nantinya ditunjukkan dengan dukungan dari berbagai sektor dan para pihak yang telah menyepakati dokumen RTRW ini dengan berbagai program pembangunan sektoral ke depan. Dengan demikian tujuan penataan ruang dapat tercapai. Pembahasan ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sabu Raijua bersama 8 anggota legislatif, serta pejabat Provinsi Nusa Tenggara Timur. (ffh/ibm)

 

Pusat Komunikasi Publik

291210